Waktu terus melanjutkan perjalanannya
Melewati setiap perubahan
Angin, Hujan, Petir dan Pelangi
Dua masa telah berganti
Aku disini terdiam sepi
Tetesan air mata terukir menjadi senyuman
tercipta dari bongkahan puing yang hancur
Senyum klasik hadir sebagai Penyembuh
Detik akhir persimpangan masa engkau belum bersua
Rasa…
Sesuatu yang pernah singgah, pergi dan diam
Meninggalkan senyum dalam butiran hujan
Menciptakan kegalauan yang tak bertepi
Senyum akhir Desember yang melekat di Jiwa
Apakah semuanya tak bertuan ?
Harap dan diam membuat bertahan
Sedih, rindu dan sayang terikat tak mau berpisah.
Sebuah akhir pasti tercipta.
Advertisement




























