Salman Al-Farisi meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda “Hendaklah kalian mendirikan shalat malam. Sebab, shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sarana pendekatan diri kepada Tuhan Kalian, penebus dosa, dan penolak berbagai penyakit.”
Hikmah Shalat Malam
Bangun (Shalat) malam dapat menebus kesalahan, mencerahkan hati dan pikiran, serta menghilangkan berbagai penyakit jasmani dan rohani. Orang yang berdosa diterima tobat dan istifarnya.
Jabir r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “sungguh pada malam hari ada satu waktu. Jika seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah agar diperbagus urusan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut, niscaya Dia akan memberinya. Waktu tersebut ada pada setiap malam.”
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “Tuhan kita turun ke langit Dunia setiap malam ketika seperdua malam telah berlalu. Dia berfirman, ‘Adakah orang yang berdoa kepada-Ku sehingga aku mengabulkannya? Adakah orang yang memohon kepada-Ku sehingga aku memberinya? Adakah orang yang memohon ampunan kepada-Ku sehingga aku mengampuninya?’” (HR Al-Bukhari 8/88/, 9/75)
Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Shalat yang paling utama setelah shalat fardu adalah shalat malam.”(HR Muslim [202, 203], Abu Daud [2429], Al-Tirmidzi[74], Al-Nasa’I 3/207, dan Ahmad 2/344, 535)
Abu Dzar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “JIka seseorang berniat untuk bangun pada malam hari tetapi kemudian ia tertidur, tidurnya dinilai sebagain sedekah yang diterima oleh Allah dan ditetapkan baginya pahala dari perbuatan yang diniatkannya” (HR Ibn Hibban dan Al-Nasa’i).





























